background

Sabtu, 14 November 2015

Love God Love Others

“Ia mengambil roti dan dua ikan itu, Ia menengadah kelangit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu.”(Markus 6:41)



Kini jaman semakin modern, dan semakin banyak pula permasalahan-permasalahan entah ekonomi maupun sosial. Semakin tingginya peradaban, banyak sekali orang-orang yang tidak tau arah tujuannya. Hidup untuk apa dan bagaimana menjalaninya.
Terlihat di sepanjang jalan anak-anak bahkan orang yang bisa disebut sudah kalangan dewasa dan usia lanjut duduk atau tidur dipinggir jalan. Mereka menjalani kehidupan ini dengan keputusasaan. Tetapi demi kelangsungan hidup, mereka pun mau bekerja dari hal termudah hingga hal tersulit sekalipun. Panas, hujan, kotor, debu mereka hadapi hanya demi sesuap nasi. Kita seharusnya dapat belajar dari mereka, dimana mereka yang sesungguhnya memiliki cita-cita tinggi ingin merasakan kehidupan yang tercukupi seperti kita saat ini. Kita harus lebih banyak bersyukur dengan apa yang telah kita miliki. Banyak di luar sana yang iri dan menangis melihat kita.
Sekarang saatnya kita sebagai manusia yang di ciptakan serupa dengan Allah memberikan rasa toleransi, rasa saling mengasihi, menguatkan, dan menyayangi satu sama lain. Disini saya memberikan judul “LOVE GOD LOVE OTHERS” dengan maksud tujuan bahwa jika kita mencintai Allah Tuhan, sudah pasti kita juga mencintai oranglain. Karena kita memang diciptakan untuk saling melengkapi, saling membantu dan berbagi. Tidak ada di dunia ini manusia yang mampu hidup dalam kesendirian.
Disini saya akan mengulas bagaimana saya berbagi terhadap sesama, meneladani apa itu kehidupan sebenarnya dan bagaimana saya memberikan contoh hidup damai antar sesama meskipun banyaknya perbedaan.
Pertama pada hari Jumat tanggal 4 September 2015, saya dan rekan saya mengadakan kegiatan sosial dengan membagikan nasi bungkus untuk dibagikan kepada orang-orang yang berada dijalanan, seperti tukang bersih-bersih, tukang becak, dan lainnya di daerah Simpang Lima, Semarang.
Dari pengalaman ini, pelajaran yang saya dapatkan adalah rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat kemurahan hatinya kepada kami, sehingga kami dapat berbagi dengan manusia lain yang memang cukup untuk bisa kami ringankan bebannya, walaupun hanya dengan sebungkus nasi.
Selain itu kami pun mendapatkan suatu pelajaran bahwa hidup itu adalah perjuangan, syukurilah pekerjaan yang dapat dilakukan selagi itu berbuah manis, karena apa yang kita tuai itulah yang akan dipetik. Karena apa yang kita perjuangkan tak pernah sia-sia. Lakukanlah semampu dan sebagaimana apa yang kita telah pilih secara totalitas. Jangan pernah bersedih akan kehidupan yang begitu rumit, karena Tuhan selalu memberikan dan menyiapkan yang terbaik. Tuhan akan selalu menyertai umat yang percaya kepada-Nya.
Lalu yang kedua pada hari Rabu tanggal 16 September 2015, kami mengunjungi Panti Asuhan Putri “Christopherus” yang beralamatkan di Jl. Sompok Lama 62 C Semarang.Dengan tujuan ingin belajar, berbagi, dan bermain bersama. Memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yang mungkin kurang akan kasih sayang, kepada anak yang membutuhkan seseorang untuk dapat menceritakan bagaimana dunia luar, yang mampu menjadi teman berpendapat dan bercerita. Kepala Yayasan Panti Asuhan tersebut biasa dipanggil Bu Uka. Mempunyai 3 orang pengurus; Ka Ayu, Ka Desi, dan 1 suster yang mengasuh juga membimbing 28 anak baik yang masih bersekolah di tingkat SD hingga SMA.
Kami senang dapat berbagi tawa dan kebahagiaan dengan cara sederhana. Dapat melihat mereka nyaman dengan kedatangan kami saja sudah cukup membuat kami merasa terharu juga bangga. Mereka adalah anak-anak yang lucu, baik, sopan, jujur, dan menyenangkan. Bersyukur kami dapat mengenali mereka, dapat menghilangkan rasa sepi dan kesedihan mereka. Menjadi satu keluarga dalam kasih Tuhan Yesus Kristus merupakan hal-hal yang sepantasnya diterapkan.

Kita hidup di dunia ini saling membutuhkan, maka dari itu selama saya mampu dan bisa meneladani dan memberikan kedamaian antar sesama, saya akan tetap terus menerapkannya. Tidak hanya saya, tetapi semua masyarakat semua orang mampu mendamaikan dunia dengan caranya masing-masing. Tuhan akan selalu menyertai setiap langkah kaki umat-nya :):)


Janganlah engkau menuntut balas, dan
janganlah menaruh dendam terhadap orang-
orang sebangsamu, melainkan kasihilah
sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”
(Imamat 19:18) 




GOD BLESS YOU. LOVE.


 

9 komentar:

  1. Isi blog yg bagus, sangat menginspirasi. Terus lah berkarya dan menghasilkan sesuatu yg bermanfaat bagi banyak orang. Good Job! Tuhan memberkati :)

    BalasHapus
  2. Isi blog yg bagus, sangat menginspirasi. Terus lah berkarya dan menghasilkan sesuatu yg bermanfaat bagi banyak orang. Good Job! Tuhan memberkati :)

    BalasHapus
  3. Artikelnya baguss! Semoga dapat menginspirasi banyak orangg! Terus berkarya & god bless u ^^

    BalasHapus
  4. Cinta Tuhan di wujudkan dengan cinta kepada sesama, sip!! Artikel yang bagus terus berkarya dan wujudnyatakan dalam kehidupanmu sehari hari Kitin! GBU

    BalasHapus
  5. Good article kitin,lanjutkan dan teruskan menulis di blog. Semoga menginspirasi para kaum muda dan masyarakat. GBU

    BalasHapus
  6. Nice article. Semoga dapat menginspirasi God bless u :)

    BalasHapus
  7. Keren kak . Sangat membantu dan menginspirasi untuk kehidupan ini .
    Terus berkarya ya kaaakk Gbu

    BalasHapus