background

Kamis, 29 Oktober 2015

Damai dalam Kristus

Perdamaian merupakan tujuan utama dari kemanusiaan, dimana setiap orang mengharapkan adanya perdamaian di dunia. Damai itu sendiri dapat berupa ketenangan dimana kita merasa aman. Damai setiap orang berbeda-beda sesuai dengan budaya dan lingkungannya.
Sebelumnya, kita pun harus dapat berdamai dengan diri sendiri, Sebuah pikiran, badan, dan jiwa yang harus kita atur untuk mendapatkan ketenangan dan rasa aman dalam diri sendiri.
Lalu bagaimana kita dapat menemukan damai?
Di dalam alkitab "Berdamailah dengan Tuhan, supaya engkau mendapat ketentraman. kalau itu engkau lakukan pasti engkau mendapat keuntungan"-(Ayub 22:21)
Damai adalah membereskan segala sesuatu dari Allah, karena damai itu sendiri suatu pemberian dari Allah yang mempunyai tujuan yang harus diupayakan. Untuk mendapatkan kedamaian kita harus belajar bagaimana kita pun dapat berdamai dengan orang lain. Dengan kita memberikan damai juga kesejahteraan bagi orang lain, maka orang lain pun dapat memberikan rasa percaya seperti yang kita ketahui "Percayalah kepada Tuhan, maka Tuhan akan selalu melindungi kita". Kedamaian juga memberikan kebahagiaan. Kebahagiaan muncul karena mengusahakan hubungan penuh damai antar sesama.
Sebenarnya damai itu sendiri tidak memandang dari segi apapun. Setiap orang mampu menciptakan suasana damai. Dengan hidup rukun, dan tidak adanya pertikaian kita dapat mempertahankan perdamaian. Setiap agama pun mempunyai filsafah-filsafah tersendiri tentang damai. Ayat-ayat yang mereka pahami pun mengajarkan untuk tetap berdamai meskipun banyaknya perbedaan. Tetapi amat di sayangkan ketika kita lihat, banyak sekali perbedaan yang dijadikan suatu faktor hidup yang membuat kita tak mampu berdamai. Maka sebab itu kita harus dapat memahami terlebih dahulu apa makna yang terkandung dalam setiap ayat tentang damai itu sendiri, juga memahami damai menurut diri sendiri.
Sebagai penerus bangsa yang memiliki hak dan kewajiban setiap orangnya, kita telah dipercayai Tuhan dan diberi tanggungjawa
b untuk terus memperjuangkan kedamaian. Untuk itu terus lah menciptakan kedamaian antar sesama meski banyaknya rintangan dan cobaan yang menguji kita. Karena tuhan ingin kita untuk terus hidup dalam kedamaian.
"Berbahagialah orang yang membawa damai di antara manusia; Allah akan mengaku mereka sebagai anak-anak-Nya”." (Matius 5:9)



Lucia Alma Christine Novia
15.E1.0132 / Kelas 02
Gregorius Daru Wijoyoko

Minggu, 25 Oktober 2015

Perbedaan Bukan Penghalang

Dunia kita adalah dunia yang kaya. Banyak sekali kebudayaan, ras, termasuk juga agama yang berbeda-beda pula. Semakin banyaknya perbedaan semakin banyak pula persoalan-persoalan yang sebenarnya dapat terus mempersatukan kita.
Kita hidup di dunia ini dengan hak dan kewajiban yang harus dipertanggungjawabkan. Dengan melindungi alam dan seluruh isi bumi kita sudah melaksanakan suatu kewajiban yang telah Tuhan percayakan kita mampu melakukannya. Meskipun banyak sekali perbedaan-perbedaan diantara setiap orang. Kita pun harus tetap memberikan rasa toleransi, rasa saling mengasihi juga mengampuni satu sama lain.
Perbedaan bukanlah suatu penghalang untuk memisahkan atau bahkan membuat kesenjangan dalam hal duniawi. melainkan perbedaan tersebut adalah pemersatu. Perbedaan dapat ditutupi kekurangannya apabila kita memiliki suatu tujuan yang dapat dilakukan bersama. suatu kepercayaan pun penting dalam perbedaan. Tak ada perbedaan yang membuat kita berfikir bahwa dengan "BEDA" dapat memperburuk suasana. Justru dengan perbedaan tersebut kita memiliki rasa damai dan tentram sau atu sama lain.
hiduplah dalam ke-Bhineka Tunggal Ika-an. meskipun berbeda tetapi tetap satu jua:)


Lucia Alma Christine Novia
15.E1.0132 / Kelas 02
Gregorius Daru Wijoyoko